Sat, 15 Aug 2020
    UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURAKARTA
Jl. Dr. Wahidin 05/VI Surakarta 57141 Telp./Fax. : (0271) 717954 email : unusurakarta@yahoo.com
  E-JURNAL
 
DAFTAR JURNAL
  Volume 13
    Nomor 35
     
PENGARUH COST OF QUALITY DAN PRODUK RUSAK TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN STUDY KASUS CV. OZY GRAFINDO
Penulis : Endah Kristiani, 2016-09-20, ISSN : 1693-7201, 16 Hal
Salah satu kunci utama perusahaan dalam memenangkan persaingan dengan mengutamakan kualitas produk. Kegagalam perusahaan dalam membuat produk sesuai dengan keinginan konsumen menimbulkan biaya lain perusahaan berupa biaya kualitas. Biaya kualitas dapat muncul dalam proses produksi( biaya kegagalan internal ) atau sesudah produk tersebut sampai kepelanggan ( biaya kegagalan eksternal. Pengendalian kualitas diharapkan dapat mencegah produk rusak dan mengurangi biaya kegagalan. Semakin berkurang produk rusak atau gagal akan memberikan kepuasan pada pelanggan dan pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan, biaya penilaian dan biaya kegagalan baik internal maupun eksternal serta produk rusak terhadap kinerja perusahaan dalam hal ini menggunakan kasus pada CV. Ozy Grafindo. Sampel dalam penelitian ini merupakan data biaya kualitas, produk rusak dan kinerja perusahaan selama empat tahun. Metode analisis dalam penelitian ini adalah regresi berganda dan analisis Jalur ( Path Analysis ).
Dari penelitian ini menunjukkan tidak adanya pengaruh biaya kualitas eksternal terhadap produk rusak, sedangkan biaya kualitas internal menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap produk rusak. Hasil analisis menggunakan pendekatan analisis jalur ( path analysis ) menunjukkan adanya pengaruh langsung biaya kualitas terhadap kinerja perusahaan dan adanya pengaruh produk rusak terhadap kinerja perusahaan. Adapun biaya kualitas tidak berpengaruh terhadap produk rusak.

Kata kunci : biaya kualitas, produk rusak, kinerja perusahaan
Full Text: Di sini
Selengkapnya..

     
PERAN PESANTREN DALAM MEMPERTAHANKAN KEARIFAN LOKAL DI TENGAH PERSAINGAN GLOBAL
Penulis : Rustam Ibrahim, 2016-09-20, ISSN : 1693-7201, 29 Hal
Berbagai pihak menyatakan bahwa pesantren itu “kearab-araban”, atau budaya yang dikembangkan adalah segala budaya yang merujuk pada bangsa arab. Terlepas dari sosio-kultur masyarakat sekitarnya. Sehingga terkesan di masyarakat, pesantren merupakan lembaga yang kaku, kolot, dan kurang kompetitif dalam persaingan global. Dalam kesan seperti ini, justru pesantren memberikan jawaban atas anggapan tersebut. Pesantren merupakan institusi pendidikan yang mampu memproduksi dan mereproduksi peradaban sendiri. Peradaban ini khas dan menjadi salah satu bentuk budaya Indonesia. Sebagai bagian penting dari sistem sosial yang ada dalam masyarakat, pesantren banyak mengadopsi nilai lokal dan budaya bangsa. Terlepas dari adanya sejumlah pesantren yang mendeklarasikan diri untuk memurnikan ajaran islam dengan menghapuskan sejumlah laku budaya yang dianggap tidak islami, masih banyak pesantren yang mempertahankan tradisi budaya dan nilai lokal. Hal ini dapat dilihat dari beberapa fakta yang ada tentang pesantren di Indonesia, khususnya di tanah Jawa. Arsitektur dari beberapa pesantren di Jawa Timur, misalnya Denanyar dan Langitan bukan dibuat tanpa unsur kesengajaan, melainkan dirancang menggunakan arsitektur dengan simbol budaya jawa yang berlandaskan pada pagelaran wayang

Kata Kunci: Pesantren, Kearifan Lokal, Persaingan Global
Full Text: Di sini
Selengkapnya..

     
INOVASI PENDIDIKAN AL-QURAN
Penulis : Jaenuri S.Pd.I, M.Pd.I, 2016-09-20, ISSN : 1693-7201, 27 Hal
Pendidikan al-Quran merupakan bagian dari pendidikan Islam. Al-Quran diturunkan oleh Allah kepada manusia agar mereka memperoleh petunjuk. Oleh karenanya manusia dituntut untuk mempelajari dan mengkaji kandungannya. Keberhasilan dalam menguasai al-Quran bukanlah kapan dia belajar akan tetapi bagaimana dia belajar, karena mempelajari al-Quran tidak mengenal usia.
Dunia pendidikan akan selalu mengikuti perkembangan zaman, termasuk pendidikan al-Quran. Maka sebagai pendidik harus menciptakan inovasi-inovasi pada proses pembelajaran, yang terdiri dari tujuan, isi/materi, metode, media dan evaluasi.

Kata kunci: inovasi, pendidikan al-Quran
Full Text: Di sini
Selengkapnya..

     
Asuransi Perspektif Hukum Islam
Penulis : Ahmad Faruk, 2016-09-28, ISSN : 1693-7201, 22 Hal
Asuransi yang terdapat di beberapa daerah khususnya di Indonesia kebanyakan adalah asuransi konvensional. Dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mulai bermunculan asuransi syari’ah. Namun keberadaannya belum merata dan belum maksimal. Entah karena sebab apa hal itu terjadi. Dalam tulisan ini, penulis tidak akan membahas tentang asuransi syari’ah akan tetapi akan membahas tentang asuransi yang sudah banyak dilakukan oleh beberapa masyarakat, yakni asuransi konvensional.
Dalam asuransi banyak sekali macam produknya. Di antaranya adalah asuransi jiwa, asuransi kendaraan dan lain sebagainya. Dalam setiap asuransi terdapat dua pihak ata lebih yang terlibat, yaitu penangggung dan tertanggung. Penanggung siap menanggung resiko yang akan terjadi pada pihak tertanggung dengan imabalan premi yang harus dibayar sesuai kesepakatan dalam akad. Premi inilah yang digunakan pihak penanggung (suransi) untuk berinvestasi dan hasil dari investasi tersebut akan diberikan kepada pinak tertanggung yang terkena resiko. Apabila dalam masa akad ternyata tidak terjadi resiko, maka premi yang telah dibayarkan, akan dikembalikan kepada tertanggung sesai jumlah beserta bonus dari penanggung.
Praktek asuransi seperti yang telah dijelaskan diatas menurut hukum islam adalah dibolehkan. Pendapat ini menurut ulama kontemporer. Para ulama kontemporer mengatakan bahwa asuransi tersebut merupakan Al-Ta’min Qisthun Stabit (asuransi komersial) yang Bishurati Al Mudharaba. Hal tersebut dikuatkan dengan kaidah fikih bahwa asal dari akad muamalah adalah dibolehkan selama tidak bertentangan dengan syari’at dan mengandung kemaslahatan umum.

Key word : Asuransi, Perspektif, dan Hukum Islam
Full Text: Di sini
Selengkapnya..

     
HUKUM POSITIVISTIK DALAM PERSPEKTIF BEHAVIOR DAN SOCIAL STRUCTURE
Penulis : SUPARNYO SH MH, 2016-09-28, ISSN : 1693-7201, 16 Hal
Menurut paham positivisme, setiap norma hukum harus eksis dalam alamnya yang obyektif sebagai norma-norma yang positif, serta ditegaskan dalam wujud kesepakatan kontraktual yang konkret antara warga masyarakat atau wakil-wakilnya. Disini hukum bukan lagi dikonsepsikan sebagai asas-asas moral metayuridis yang abstrak tentang hakikat keadilan, melainkan ius yang telah mengalami positivisasi sebagai lege atau lex,guna menjamin kepastian mengenai apa yang terbilang hukum, dan apa pula yang sekalipun normative harus dinyatakan sebagai hal-hal yang bukan terbilang hukum. Indonesia sebagai negara yang besar serta kaya akan budaya dan adat istiadat yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Disetiap daerah memiliki kehidupan sosial yang berbeda-beda pula begitu juga pranata norma-norma yang ada. Norma-norma yang ada berupa hukum adat yang masih hidup ditengah-tengah masyarakat. Hal ini telah ada sebelum datangnya Belanda menjajah Indonesia dan menerapkan positivisme dalam dunia hukum. Dengan adanya Unifikasi dan Positivisme hukum menutup ruang gerak bagi hukum adat dan hukum kebiasaan-kebiasaan lainnya yang hidup ditengah masyarakat untuk dapat berlaku ditengah-tengah masyarakat, sehingga kearifan lokal berupa living law terhimpit oleh undang-undang yang dibuat oleh penguasa. Sehingga perlawanan-perlawanan terhadap hukum dan putusan pengadilan di Indonesia sampai hari ini masih terjadi karena hukum yang terkristal dalam undang-undang dan putusan pengadilan sangat jauh dari nilai-nilai keadilan yang berlaku ditengah masyarakat.

Kata Kunci: Positivistik, Behavior, Social structure Indonesia
Full Text: Di sini
Selengkapnya..

     
PENGARUH KARAKTER KEPEMIMPINAN DALAM PERATURAN YANG BAIK DAN EFEKTIF
Penulis : IAN HERMAWAN SH MH, 2016-09-29, ISSN : 1693-7201, 26 Hal
Peraturan ada karena munculnya persoalan di masyarakat baik itu persoalan sosial, politik, sekonomi dan budaya, oleh karenanaya keberadaan peraturan sangat diharapkan mampu menjawab persoalan – persoalan tersebut.Peraturan yang baik adalah peraturan yang efektif yaitu mempu menjawab persoalan dimasyarakat serta mampu menjaga ketertiban di masyarakat tanppa harus dipesulit dengan mekanisme formal dan prosedural.Kberadaan peraturan yang efektif tidak lepas dari karakter seorang pemimpin dalam hal ini gubernur,bupati/walikota,bila suatu daerah dipimpin oleh seseorang yang sudah memiliki jiwa serta karakter kepemimpinan dan memahami betul daerah yang dipimpinnya maka peraturan yang dikelauarkannya tidak akan banyak mendapat tentangan di masyarakat.
Persoalan muncul ketika suatu daerah dipimpin oleh seseorang yang belum mempunyai jiwa pemimpin dan karakter di tamabah lagi kurang mememahami daerah yang dipimpinnya, maka yanga ada pememimpin tersebut tidak mampu membuat peraturan yang dapat mengayomi masyarakat, namun sebaliknya peraturan tersebut hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi dan golongan.
Maka tidak heran bila ada suatu peraturan dalam melaksanakannya harus melalui dan mekanisme formal prosedural dumana hal itu tidak semua kalangan masyarakat mampu dat bisa melaksanakannya mungkin hanya orang – orang tertentu saja.Ketitak tahuan seorang pemimpin mengenai ketatnegaraan dalam menjalankan pemerintahannya juga mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan suatu peraturan atau kebijakan, Pendidikan politik menjadi penting bagi calon pemimpin agar mengerti dan memahami benar apa tugas – tugasnya dan abagi yang sedang mempimpin juga bermanfaat untuk menambah khasanah ilmu pemerintahan agar roda pemerintahan yang dijalankannya tetapterjaga dengan peraturan yang baik dan efektif bagi kepentingan bersama yakni pemerintah dan masyarakat

Kata kunci : efektif,efektifitas,konferhensif,prosedural
Full Text: Di sini
Selengkapnya..

 
 

  Jenis Akun
  Pengguna
  Sandi
Copyright © UNU Surakarta