Sat, 15 Aug 2020
    UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURAKARTA
Jl. Dr. Wahidin 05/VI Surakarta 57141 Telp./Fax. : (0271) 717954 email : unusurakarta@yahoo.com
  E-JURNAL
 
DAFTAR JURNAL
  Volume 10
    Nomor 28
     
Fenomena Kredit Investasi Kecil Dalam Perspektif Pembangunan Ekonomi Pedesaan
Penulis : Muh Amin Choiri , 2012-11-01, ISSN : 1693-7201, 12 Hal
Suatu pengkajian empiris tentang KIK pertanian yang bertujuan untuk mengetahui kinerja KIK dalam perspektif pembangunan ekonomi pedesaan telah dilakukan di Jawa dan Luar Jawa pada awal tahun 2012 melalui pendekatan pemahaman pedesaan secara partisipatif menggunakan metode group interview dan individual indepth interview melibatkan pengurus dan pengguna KIK. Dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif terhadap K IK contoh yang dipilih secara sengaja, diperoleh gambaran sebagai berikut: (a) Keberadaan KIK diakui masyarakat memiliki peran strategis sebagai intermediasi aktivitas perekonomian yang selama ini tidak terjangkau jasa pelayanan lembaga perbankan umum/bank konvensional; (b) Secara faktual pelayanan KIK telah menunjukkan keberhasilan, namun keberhasilannya masih bias pada usaha¬usaha ekonomi non pertanian. Skim perkreditan KIK untuk usahatani belum mendapat prioritas, hal itu ditandai oleh relatif kecilnya plafon (alokasi dana) untuk mendukung usahatani, yakni kurang dari 10 % terhadap total plafon KIK; (c) Faktor kritis dalam pengembangan KIK sektor pertanian terletak pada aspek legalitas kelembagaan, kapabilitas pengurus, dukungan seed capital, kelayakan ekonomi usaha tani, karakteristik usahatani dan bimbingan teknis nasabah/pengguna jasa layanan KIK; (d) Untuk memprakarsasi penumbuhan dan pengembangan KIK pertanian diperlukan adanya pembinaan peningkatan kapabilitas bagi SDM calon pengelola KIK, dukungan penguatan modal dan pendampingan teknis kepada nasabah pengguna kredit.
Selengkapnya..

     
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pemakaian Jasa Warnet Di Sekitar Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta Tahun 2009
Penulis : Adhista Setyarini, 2012-11-01, ISSN : 1693-7201, 26 Hal
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh faktor bauran pemasaran, faktor individu konsumen, dan faktor pengaruh lingkungan yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pemakaian jasa warnet di sekitar Universitas Sebelas Maret .Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probability Sampling dan Convenience Sampling. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan persamaan kuadrat terkecil dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien regresi parsial serta F-statistik untuk menguji keberartian pengaruh secara bersama-sama dengan tingkat signifikansi 5%. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik. Hal ini menunjukkan data yang tersedia telah memenuhi syarat menggunakan model persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel-variabel Bauran Pemasaran (Produk, Harga, Promosi, Personal Traits/Layanan, Lokasi, Proses), Individu Konsumen (Pembelajaran), dan Pengaruh Lingkungan (Kelas Sosial, dan Kelompok Acuan) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet di sekitar kampus Universitas Sebelas Maret. Sedangkan variabel Bukti Fisik, Motivasi, Persepsi, Sikap, Budaya , dan Keluarga secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet di sekitar kampus Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian juga menunjukkan 75,5% keputusan pemakaian jasa warnet dapat dijelaskan oleh kelima belas variabel independen yang terdiri dari variabel produk, harga, promosi, personal traits atau layanan, lokasi, proses, bukti fisik, motivasi, persepsi, sikap, pembelajaran, budaya, kelas sosial, kelompok referensi dan keluarga. Sedangkan sisanya 24,5% dipengaruhi faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Kata Kunci : keputusan pemakaian jasa warnet, produk, harga, promosi, personal traits/layanan, lokasi, proses, bukti fisik, motivasi, persepsi, belajar, sikap, budaya, kelas sosial, kelompok acuan dan keluarga
Full Text: Di sini
Selengkapnya..

     
Konsep "Garden City" Solusi Kota Hijau
Penulis : Inayah Fatimah, 2012-11-01, ISSN : 1693-7201, 19 Hal
Hingga saat ini Indonesia sudah kehilangan 72% hutan aslinya. Penebangan secara tak terkendali menyebabkan Indonesia telah merusak ekosistem, kehilangan flora dan faunanya dan bahkan sebagian diantaranya flora dan fauna endemik / hanya terdapat di daerah tersebut 1. Lebih lanjut lagi data dari Walhi menyebutkan bahwa sepanjang 2013 terjadi bencana ekologis di semua provinsi. Sebagian besar bencana terjadi karena kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. Walhi mengharapkan pemerintah mulai sadar dan cerdas agar memasukkan resiko bencana dalam perencanaan pembangunan dan pemanfaatan ruang tidak secara serampangan2.
Ada dua perilaku yang dilakukan manusia dalam hidupnya. Pertama ,mengambil apa saja yang bisa diambil, yang paling jahat akan mengambil paling banyak. Perilaku kedua : menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih baik 3. Manusia cenderung melakukan perilaku pertama, hal ini bisa dilihat dari telah tampaknya kerusakan di muka bumi, pencemaran tanah, air dan udara. Perusakan hutan dan lingkungan alami lainnya. Sebagai manusia beriman dan berakal, kewajiban kita adalah berusaha menjaga dan memelihara alam dari kerusakan
Bencana alam yang disebabkan oleh perubahan tata ruang secara radikal dengan tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem alam merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini ternyata telah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu. Sebuah teori perancangan kota bernama “Garden City” bisa menjadi salah satu alternatif solusi perancangan kota yang seimbang dengan lingkungan alami untuk menjawab persoalan lingkungan binaan manusia di kawasan perkotaan. Konsep “Garden city” dikemukakan oleh Sir Ebenezer Howard dari Inggris pada tahun 1898. Prinsip Garden City adalah merencanakan dan merancang sebuah kota yang dikelilingi oleh sabuk hijau atau area alami hijau dimana proporsi bangunan kotanya seimbang antara area hunian, area industri dan area hijau pertanian.
Selengkapnya..

     
Pengaruh Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi dan Kinerja Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta
Penulis : Endah Kristiani, 2012-11-01, ISSN : 1693-7201, 8 Hal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan , budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta dengan komitmen sebagai variable intervening.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis), dimana akan diuji dengan uji t, dan uji F. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, sampel yang digunakan adalah pegawai pada Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta yang berjumlah 30 responden.
Hasil uji t menunjukkan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen pegawai diUniversitas Nahdlatul Ulama Surakarta. Budaya organisasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap komitmen pegawai di Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta. Sedangkan variable kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja , budaya organisasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai di Universitas Nahdlatul Ulama Hasil uji F menunjukkan secara simultan variable kepemimpinan , budaya organisasi dan komitmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Universitas Nahdlatul Ulama Suarakarta.
Selengkapnya..

     
Faktor – Faktor Yang Berpengaruh Pada Keputusan Pemilihan Profesi Akuntan Publik dan Non Akuntan Publik Pada Mahasiswa Akuntansi di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Penulis : Siti Zulaikhah, 2012-11-01, ISSN : 1693-7201, 18 Hal
Professionalism formation processes begin from education profession, in this case the accounting education at the College. Colleges as educational institutions, aims at providing a source of knowledge and learning experiences for students. That goal was reached through learning – teaching activities called College. The lecture is a form of interaction with professors, students, and knowledge/skills. This research aims to find out whether there are significant differences regarding the factors that affect the decisions of the public accountant profession selection and non-accountants in accountancy student at Muhammadiyah University of Surakarta. As well as to find out the factors that differentiates between public accountant profession selection and public non accounting. This research is the field study, which researchers doing research in the field through direct data retrieval from respondent. Viewing from the time dimension are taken, are cross sectional study which provided time to answer the questions the research only once or data acquisition is performed against a specific object within a specified time. This research is a survey research study that takes a sample of a population and use the questionnaire as a data collection tool subject matter. In this study the public accountant's career choices are influenced by type of job, salary/income, and availability of job opportunities, perceptions about public accounting, and perceptions about the sacrifice of a public accountant.
Variable type of job has positive affect and significant to public accounting profession options. The variable salary/income has negative affect and not significant to the public accounting profession options. Variable availability of job opportunities has negative effect and significant to the public accounting profession options. That means when the availability of job opportunities is increasingly high, the selection of public accountant getting down. The variable perceptions about public accounting have positive affect and significant impact on the public accounting profession options. That means if the perception of the public accountant is higher, then the choice of a public accountant is getting high. The variable perceptions about the sacrifice of being public accountant have positive affect and are not significant to the public accounting profession options.

Keyword: Public Accounting, Non Public Accounting, Perception.
Full Text: Di sini
Selengkapnya..

     
KONSEP “GARDEN CITY” SOLUSI KOTA HIJAU
Penulis : Inayah Fatimah, 2015-11-30, ISSN : 1693-7201, 20 Hal
Hingga saat ini Indonesia sudah kehilangan 72% hutan aslinya. Penebangan secara tak terkendali menyebabkan Indonesia telah merusak ekosistem, kehilangan flora dan faunanya dan bahkan sebagian diantaranya flora dan fauna endemik / hanya terdapat di daerah tersebut . Lebih lanjut lagi data dari Walhi menyebutkan bahwa sepanjang 2013 terjadi bencana ekologis di semua provinsi. Sebagian besar bencana terjadi karena kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. Walhi mengharapkan pemerintah mulai sadar dan cerdas agar memasukkan resiko bencana dalam perencanaan pembangunan dan pemanfaatan ruang tidak secara serampangan .
Ada dua perilaku yang dilakukan manusia dalam hidupnya. Pertama ,mengambil apa saja yang bisa diambil, yang paling jahat akan mengambil paling banyak. Perilaku kedua : menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih baik . Manusia cenderung melakukan perilaku pertama, hal ini bisa dilihat dari telah tampaknya kerusakan di muka bumi, pencemaran tanah, air dan udara. Perusakan hutan dan lingkungan alami lainnya. Sebagai manusia beriman dan berakal, kewajiban kita adalah berusaha menjaga dan memelihara alam dari kerusakan
Bencana alam yang disebabkan oleh perubahan tata ruang secara radikal dengan tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem alam merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini ternyata telah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu. Sebuah teori perancangan kota bernama “Garden City” bisa menjadi salah satu alternatif solusi perancangan kota yang seimbang dengan lingkungan alami untuk menjawab persoalan lingkungan binaan manusia di kawasan perkotaan. Konsep “Garden city” dikemukakan oleh Sir Ebenezer Howard dari Inggris pada tahun 1898. Prinsip Garden City adalah merencanakan dan merancang sebuah kota yang dikelilingi oleh sabuk hijau atau area alami hijau dimana proporsi bangunan kotanya seimbang antara area hunian, area industri dan area hijau pertanian

Key words: Garden City, environment, city
Full Text: Di sini
Selengkapnya..

 
 

  Jenis Akun
  Pengguna
  Sandi
Copyright © UNU Surakarta